Keislaman

Anjuran Menyempurnakan Shaf Shalat Sekaligus Keutamaan Berada Di Barisan Pertama

Laki-laki secara alami merupakan pemimpin bagi wanita. Hal ini lantaran mereka adalah kaum yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kemampuan lebih yang berkaitan dengan kekuatan dan juga kestabilan sifat. Maka dari itu, laki-laki memikul tanggung jawab sebagai pencari nafkah. Namun, apalah arti sebuah tanggung jawab apa bila laki-laki belum mampu menyempurnakan ibadahnya. Selain menunaikan ibadah fardu, melaksanakannya secara berjamaah juga menjadi bagian dari kewajiban kaum laki-laki Muslim. Oleh karenanya, terdapat aturan yang perlu diperhatikan yakni berada di shaf pertama sekaligus menyempurnakannya.

Hal ini sebagaimana diketahui dari Anas bin Malik radhilayallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Sempurnakanlah shaf-shaf kalian, karena aku melihat kalian dari arah belakang punggungku.’ (HR. Muslim)

Hadist di atas menjelaskan tentang anjuran melaksanakan shalat secara berjamaah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa kaum laki-laki sangat dianjurkan untuk dapat menunaikan shalat secara berjamaah. Tak hanya itu, sebagai makmum para laki-laki juga wajib menyempurnakan shaf-shaf yakni dengan merapatkan barisan. Bukan tanpa sebab, pasalnya hal ini telah sangat lama menjadi perkara penting yang selalu diingatkan Rasulullah kepada para sahabat dan umatnya. Tak hanya itu, peringatan tentang penyempurnaan shaf ini sejatinya juga berkaitan dengan keutamaan bagi para jamaah yang mampu berada pada shaf pertama.

Hal ini sebagaimana diketahui dari suatu hadist bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang shalat di shaf pertama.” (HR. Abu Dawud)

Hadist di atas menjelaskan tentang keutamaan orang yang shalat berjamaah di shaf pertama. Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para malaikat akan bershalawat kepada orang-orang yang sebisa mungkin berada pada shaf pertama ketika menunaikan shalat secara berjamaah. Posisi shaf pertama yang dimaksud adalah yang berada tepat di belakang imam. Keutamaan ini bisa didapatkan lantaran mereka telah berusaha untuk melaksanakan aturan yang sesuai dengan syariat. Sebaliknya, shalat di shaf-shaf belakang dipandang sebagai posisi shalat yang terburuk karena jauh dari pahala dan keutamaan.

Related Articles

Back to top button