Keislaman

Alasan Rasulullah Peringatkan Umatnya untuk Tidak Cinta Dunia

Dunia sejatinya bukan sekedar tempat bertumbuhnya manusia saja. Keindahan alam semesta juga menjadi bagian dari dirinya secara keseluruhan. Tidak jarang, banyak manusia yang begitu terpukau dengan segala hal yang tersaji saat ini. Kondisi tersebut bahkan sering kali membuat kita begitu terlarut dalam keindahannya sehingga sangat mencintai dunia beserta isinya. Sayangnya, banyak yang tak menyadari bahwa hal luar biasa yang kita tempati saat ini adalah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alih-alih mencintai Sang Pencipta, banyak di antara manusia yang justru lebih mencintai dunia dan segala hal indah di hadapan mata.

Harta, takhta, wanita merupakan beberapa nikmat dunia yang justru kerap menggelapkan mata. Pada kenyataannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah sering memberikan pernyataan terkait pandangan beliau tentang dunia yang tidak ada apa-apanya. Hal ini sebagaimana diketahui dari Jabir bin ‘Abdullah, yang berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati sebuah pasar, beliau datang dari bagian tanah yang tinggi, sedangkan para sahabat di samping (kiri kanan) beliau. Kemudian beliau melewati bangkai seekor anak kambing yang telinganya perung (kecil), lalu beliau mengambilnya dengan memegang telinganya. Kemudian beliau bersabda,

Siapakah di antara kalian yang mau membeli ini dengan satu dirham?”. Para sahabat menjawab, “Kami tidak mau menukarnya dengan sesuatu milik kami, dan akan kami apakan?”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian suka kalau bangkai ini saya berikan saja untuk kalian ?”. Mereka menjawab, “Demi Allah, seandainya anak kambing itu dalam keadaan hidup saja ada cacatnya, karena telinganya perung, apalagi anak kambing itu sudah menjadi bangkai ?”. Beliau bersabda, “Demi Allah, sungguh dunia ini di sisi Allah nilainya lebih rendah daripada bangkai ini di hadapan kalian“. [HR. Muslim juz 4, hal. 2272]

Hadist di atas menjelaskan tentang pandangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap nilai dunia yang sesungguhnya. Kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa dunia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala nilainya tidak lebih dari sekedar bangkai hewan. Pandangan rendah tentang nilai dunia ini dikemukakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat tatkala mereka sedang dalam perjalanan dan menemukan bangkai anak kambing. Terlihat dari bangkai anak kambing tersebut bahwa ia mati dalam keadaan cacat karena kondisi telinganya yang tidak sempurna. Lantas, seketika Rasulullah pun mengangkat bangkai tersebut dan melontarkan pertanyaan apakah ada di antara para sahabat yang ingin membeli bangkai tersebut.

Tentu saja para sahabat menolak karena mengetahui bahwa kondisi anak kambing yang sudah tidak bernyawa. Kalau pun masih hidup mereka juga tidak mau membelinya lantaran kondisi anak kambing yang cacat. Rasulullah pun seketika langsung menyatakan bahwa seperti itulah nilai dunia di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nilai dunia yang dimaksud beliau adalah sangat rendah seperti cara para sahabat menilai bangkai anak kambing yang cacat. Maka dari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tidak langsung telah menyampaikan bahwa dunia sejatinya tidak bernilai apa-apa. Dunia bahkan tidak lebih baik dari bangkai anak kambing yang cacat. Maka dari itu, hendaknya umat Islam jangan terlalu mencintai dunia tanpa adanya upaya untuk memperkaya amal ibadah karena dunia yang kekal dan sebenarnya adalah akhirat.

Related Articles

Back to top button