Diantara bentuk kewajiban umat Islam, mencari nafkah adalah salah satunya. Hal tersebut bahkan juga termasuk dalam bentuk sedekah yang utama. Bagaimana tidak? Mencari nafkah terutama yang ditujukan untuk keluarga merupakan amal shalih yang menawarkan pahala besar. Jika dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata hanya untuk mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala maka akan menghasilkan pahala kebaikan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa nafkah yang berfaedah hanyalah yang dicari dengan cara yang halal. Selain dapat mendatangkan keberkahan, nafkah halal yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga juga dapat menjadi penghalang bagi diri kita dari berbagai tindak tanduk buruk juga penyakit hati yang merugikan. Salah satu tanda baiknya nafkah adalah dapat memberikan ketenangan hidup serta menjauhkan kita dari sifat tamak.
Asy-Syaikh Al-Utsaimin pernah mengatakan,
“Orang yang mata pencahariannya halal akan kamu dapati dia sebagai orang yang tenang hidupnya dan tidak tamak.” (Syarah al-lqtidha, hlm. 67)
Mencari nafkah adalah salah satu tanda kemuliaan diri seseorang. Bukan tanpa alasan, pasalnya hal ini adalah cara terbaik yang bisa dilakukan untuk membantu diri kita terhindar dari kehinaan karena telah berusaha hidup mandiri. Mencari nafkah yang dilakukan dengan ikhlas terutama jika ditujukan untuk keluarga atau orang yang menjadi tanggungan maka akan mendapatkan pahala yang besar sekaligus dianggap sebagai ibadah sedekah yang utama.
Nafkah yang halal juga akan mendatangkan keberkahan dan jalan bagi ampunan dosa. Nilainya diyakini melebihi dari amalan-amalan yang dianjurkan. Umat Islam wajib berusaha untuk mencari nafkah sendiri sekecil apapun materi yang dihasilkan. Bukan tanpa sebab, pasalnya bekerja dengan usaha sendiri dianggap lebih utama daripada meminta-minta. Selain mencari nafkah, kaum Muslimin juga diwajibkan untuk memastikan kehalalan dari cara dan hasil jerih payahnya tersebut. Terdapat keutamaan yang bisa diperoleh dari nafkah yang halal.
Asy-Syaikh Al-Utsaimin mengatakan bahwa mata pencaharian yang baik dapat membuat hidup seseorang lebih tenang. Hal ini terjadi lantaran tidak ada resiko yang harus diambil oleh seseorang. Sebaliknya, ketika mengejar yang haram seringkali umat manusia dihadapkan dengan berbagai rintangan yang tentu kita semua sudah sering mendengar ceritanya. Hal ini pada akhirnya membuat seseorang menjadi tamak sehingga merasa haus akan materi dan selalu mengejar dengan cara yang salah. Kehidupannya pun menjadi tidak tenang karena berhadapan dengan banyak azab Allah Ta’ala.