Salah satu tanda dari turunnya keberkahan dalam hidup kita adalah saat kebaikan datang silih berganti. Hal tersebut sejatinya merupakan bentuk dari kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala. Meskipun demikian, banyak pula diantara kita yang merasa kesulitan untuk mencapai kebaikan. Kerap kali hal ini terjadi lantaran kita tidak menyadari perbuatan atau kebiasaan yang dilakukan.
Tak banyak yang mengetahui bahwa sejatinya hal tersebut dapat mempengaruhi hidup kita sehari-hari. Bukan tanpa alasan, pasalnya sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita menjauhkan kita dari datangnya berbagai kebaikan. Salah satu diantaranya adalah sikap kasar dan semena-mena. Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa saja yang dijauhkan dari sifat lemah lembut (kasih sayang), berarti dia dijauhkan dari kebaikan.” (HR. Muslim no. 2592)
Kepada para sahabat dan umatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa sifat lemah lembut dan senantiasa berkasih sayang adalah kesempatan bagi umat untuk menerima kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam sikap lemah lembut terdapat rasa cinta dan kasih yang bisa kita salurkan pada sesama. Hal ini sangat utama dilakukan mengingat hubungan umat manusia hanya bisa tumbuh berbekal kedua rasa tersebut.
Tak hanya itu, melalui sikap lemah lembut umat Islam juga dapat mempertahankan hubungan silaturahmi dengan sangat baik. Hal ini lantaran tingkah laku tersebut adalah salah satu yang khas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dikenal sebagai sosok yang senantiasa berlemah lembut dalam situasi apapun yang dihadapinya. Dengan melakukan hal serupa berarti kita telah berusaha untuk mengikuti sunnahnya.
Sebaliknya, orang-orang yang mengedepankan perilaku kasar dan semena-mena hanya akan membuat orang lain menjadi tidak nyaman. Ketika orang merasa terganggu berarti ia termasuk dalam kategori pihak yang terzalimi. Perlu kita waspada bahwa doa orang-orang yang terzalimi senantiasa dikabulkan Allah. Inilah mengapa mereka yang bertindak kasar dan semena-mena sangat jauh dari kebaikan karena pengaruh dari doa orang-orang yang merasa terzalimi.