Hadirnya dunia bagi umat manusia sejatinya adalah momen sementara. Meskipun demikian, di dalamnya terdapat banyak kesempatan untuk meraih kebaikan. Untuk itulah sebenarnya dunia diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakni sebagai ladang untuk memanen amal dari setiap perbuatan yang kita lakukan. Sayangnya, tidak semua orang memahami dengan benar fakta ini. Sebagian besar di antara kita justru sibuk mengejar nikmat duniawi ketimbang menggali lebih dalam pahala dan kebaikan di dalamnya.
Hal ini terjadi lantaran umat manusia memiliki kebiasaan yang tanpa disadarinya dapat menjauhkan mereka dari kebaikan. Padahal, terdapat banyak peluang pahala yang mungkin segera datang kepada kita namun menjauh akibat kebiasaan buruk tersebut. Begitu berbahayanya dampak dari kebiasaan ini hingga mampu menjauhkan kita dari berbagai kebaikan yang akan datang. Lantas, apakah kira-kira hal yang sering kita perbuat yang menjadi alasan dari jauhnya pahala? Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
“Betapa banyak pahala yang bersegera datang kepadamu, namun ia terhalang di depan pintu oleh penjaga-penjaga yang bernama: “Nanti”, “Mudah- mudahan”, dan “Semoga”.” (Kitab al-Fawaid: 63)
Ada banyak cara dan peluang bagi manusia untuk memeroleh pahala dan kebaikan di dunia. Namun, kita lebih suka terpana oleh nikmat yang sementara. Hal ini pada akhirnya membuat kita menunda-nunda perbuatan atau amalan baik. Ketika penundaan seperti “Nanti”, “Mudah-mudahan, “Semoga”, “Besok saja”, dan sebagainya telah menjadi sebuah kebiasaan, maka pahala dan kebaikan yang telah menanti kita menjadi terhalang. Oleh karenanya, umat Islam dianjurkan agar dapat memanfaatkan sebaik mungkin apapun kesempatan yang datang bagi kita untuk dapat berbuat amal.
Hilangkan dan hindari sebisa mungkin perilaku menunda-nunda karena sejatinya kesempatan emas tidak datang dua kali. Ini juga menjadi alasan mengapa banyak orang yang mengatakan untuk bersegera dalam memperkaya manfaat diri sendiri. Hal ini lantaran peluang untuk mendapatkan pahala dan kebaikan sangat besar. Mari biasakan diri untuk tidak lagi menunda pekerjaan dan amalan baik agar kesempatan hidup di dunia yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan pada kita meraih banyak manfaat untuk diri kita di akhirat kelak.