Makan menjadi aktivitas yang dibutuhkan oleh manusia. Bagaimana tidak? Selain untuk memeroleh energi bagi tubuh, makan juga menghadirkan rasa kenyang yang biasanya mempengaruhi keadaan hati dan pikiran setelah beraktivitas seharian. Namun, umat Islam dilarang merasa kenyang apalagi sampai kekenyangan. Bukan tanpa alasan, pasalnya perut yang terisi penuh dikhawatirkan dapat merusak watak seseorang seperti kurang empati, hati yang semakin keras, membuat malas hingga kecerdasan menjadi hilang.
Sungguh, kekenyangan bukanlah ciri khas dari seorang Muslim. Namun, dalam Islam kita juga perlu memahami bahwa terdapat dua golongan yang tidak pernah merasa kenyang. Hal ini sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Ada dua golongan yang tidak pernah merasa kenyang yaitu Thalibu ilmin (pencari ilmu) dan Thalibu dunya (orang yang ambisi kepada dunia).” (Shahih al-Jami: 6624)
Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa sejatinya kenyang tidak akan pernah dirasakan oleh dua golongan, yakni Thalibu Ilmin dan Thalibu Dunya. Thalibu Ilmin sendiri diyakini sebagai golongan para pencari ilmu. Menuntut ilmu adalah hal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bukan tanpa alasan, pasalnya dengan ilmu yang bermanfaat seseorang dapat membedakan hal yang baik dan buruk. Kemampuan tersebut menjadikan kaum Muslimin dan Muslimat dapat menghindari perkara dosa.
Para pencari ilmu ini biasanya tidak pernah merasa puas dalam segala upayanya. Mereka sangat senang menggali hal-hal yang belum mereka pahami. Namun, tentu saja kita perlu senantiasa berhati-hati dalam melakukannya agar keingintahuan terhadap ilmu tidak membuat tujuan kita menyimpang. Salah satu contoh dari tujuan mencari ilmu yang salah adalah ujub terhadap ilmu yang dimiliki atau justru memunculkan kesempatan untuk berselisih paham dengan sesama pencari ilmu lainnya. Hal ini justru dapat membuat perkara baik tersebut menghadirkan dosa.
Selain itu, golongan yang juga tidak pernah merasa kenyang lainnya adalah Thalibu Dunya. Thalibu Dunya sendiri adalah orang-orang yang selalu mengejar perkara duniawi. Mereka memiliki ambisi yang besar untuk menguasai dunia mulai dari harta, tahta, kekuasaan, dan wewenang. Golongan ini tidak akan pernah merasa kenyang dengan segala pencapaian yang telah diraih. Mereka akan selalu mencari dan mencari lagi nikmat-nikmat duniawi yang dianggapnya mampu mendatangkan kebahagiaan.
Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa perkara-perkara yang dianggap nikmat tersebut sejatinya adalah hal yang bersifat sementara. Tidak ada yang abadi di dunia kecuali kehidupan akhirat yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Keabadian bagi yang beramal baik di Surga sementara keabadian bagi yang berperilaku buruk di Neraka. Itulah golongan dari orang yang tidak pernah merasa kenyang. Umat Islam perlu memilih untuk menjadi golongan yang tepat sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.