Upaya Terbaik Menyambut Jalan Keluar Masalah yang Tak Sanggup Kita Ubah

Masalah adalah hal yang akan dihadapi oleh setiap orang di dunia. Besar kecilnya kekhawatiran tentu bergantung pada keadaan masing-masing kehidupan. Meskipun demikian, setiap di antara kita tetap harus mencari jalan keluarnya. Hal ini dilakukan agar kehidupan yang saat ini penuh beban dapat terasa lebih ringan dan semakin membahagiakan. Namun, kerap kali tidak semua orang menemukan keberuntungan dari jalan keluar yang dipilihnya. Jika sudah melancarkan berbagai usaha, tapi belum juga menghadirkan pencerahan terhadap masalah, apakah yang sebaiknya kita lakukan?

Terkait hal ini, Said bin Abdul Aziz rahimahullah pernah berkata,

Apabila engkau menghadapi suatu masalah yang engkau tak sanggup untuk mengubahnya, maka BERSABARLAH. Tunggulah jalan keluar dari Alah.”

Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang ingin tertimpa masalah. Namun, kita perlu memahami bahwa kehidupan yang kita jalani tidak akan pernah terlepas dari hal tersebut. Sejatinya, ada banyak sebab dari datangnya masalah. Bisa jadi dikarenakan tindak tanduk yang kita lakukan atau memang karena Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu menyayangi kita hingga mendatangkan ujian terhadap diri kita. Apapun sebabnya masalah, umat Islam dianjurkan untuk tetap berpikir positif dalam menghadapinya. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah senantiasa berusaha menyelesaikannya.

Sayangnya, tidak semua usaha menghasilkan akhir sesuai yang kita inginkan. Ada kalanya kita tetap terjebak dalam masalah tersebut dan tak kunjung selesai. Jika sudah begini, bersabar adalah hal utama yang paling dianjurkan. Dengan bersabar, Allah Subhanahu wa Ta’ala sejatinya tengah mempersiapkan jalan keluar bagi masalah kita. Hal ini sesuai dengan janji Allah di dalam al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 154 yang tertulis bahwa Dia akan senantiasa bersama dengan orang-orang yang bersabar. Oleh karena itu, umat Islam dilarang menyerah karena menjadi cerminan bahwa mereka tidak meyakini akan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan senantiasa bersabar juga menjadi tanda dari keimanan kita. Hal ini menuntun kita pada upaya untuk semakin mendekatkan diri kepada Ilahi. Bukan tanpa alasan, pasalnya bisa jadi Allah mendatangkan masalah karena Dia rindu pada hamba-Nya, ingin memiliki waktu intim berdua, atau bahkan ingin kembali diagung-agungkan dan dipuja-puja. Begitulah sejatinya kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Segalanya. Menghadirkan masalah sebagai ujian bagi hamba-Nya untuk senantiasa mengingat-Nya tak hanya di kala susah tapi juga bahagia. Masalah bukan cuma cobaan semata tapi juga upaya untuk menata kembali hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.