3 Keadaan Utama yang Dianjurkan untuk Bersedekah

Sedekah menjadi salah satu perbuatan yang anjurannya selalu kita dengar. Hal ini lantaran aksi amal tersebut biasanya merupakan bentuk penyaluran atau penyebaran manfaat kepada orang lain. Oleh karena itu, terdapat pahala besar yang tersimpan di dalamnya. Meskipun demikian, hendaknya umat Islam jangan bersedekah asal-asalan, tanpa niat, bahkan tanpa ketulusan. Bukan tanpa sebab, pasalnya ada waktu-waktu utama yang sangat dianjurkan bagi kita untuk bersedekah agar lebih afdhal dan pastinya membuahkan berbagai keutamaan.

Hal ini sebagaimana diketahui bahwa salah seorang sahabat pernah bertanya tentang sedekah yang menghasilkan pahala besar, lantas Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pun bersabda,

Wahai Rasulullah, sedekah manakah yang lebih besar pahalanya? “Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat masih sehat, saat kau takut menjadi fakir, dan saat kau berangan-angan menjadi kaya.” (HR. AI-Bukhari)

Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyampaikan bahwasanya terdapat tiga waktu utama dimana nilai sedekah kita bisa menghasilkan pahala terbaik. Yang pertama adalah bersedekah saat diri kita masih sehat. Tentu kita semua menyadari bahwa kesehatan adalah nikmat paling besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan tanpa alasan, pasalnya fisik yang sehat menjadi sebab mengapa kegiatan sehari-hari kita dapat berjalan dengan lancar termasuk dalam beribadah dan mencari nafkah.

Sayangnya, seringkali ketika tubuh kita masih dalam keadaan mumpuni justru kerap lupa untuk mengambil manfaat baiknya. Sebaliknya, kita justru lebih senang membuang waktu untuk hal yang yang tidak berguna, seperti mengulur-ngulur pekerjaan, lebih senang bersantai dan rebahan, dan segala bentuk perbuatan tidak berfaedah lainnya. Oleh karena itu, sedekah di waktu keadaan fisik masih sehat sangat dianjurkan sekaligus menjadi tantangan yang cukup sulit dilakukan oleh sebagian besar manusia.

Tak hanya itu, waktu selanjutnya yang sangat dianjurkan untuk bersedekah adalah di saat kita dalam keadaan terbatas dan sangat takut menjadi miskin. Keterbatasan materi tentu merupakan salah satu hal yang sangat dihindari oleh hampir setiap manusia. Bukan tanpa sebab, pasalnya materi menjadi salah satu kebutuhan hidup yang paling penting. Bagi manusia biasa, berbagi di saat terbatas mungkin cukup mengkhawatirkan karena dapat membuat berkurangnya materi. Namun, dalam Islam bersedekah justru menjadi cara yang patut dilakukan untuk memperluas jangkauan rezeki.

Hal tersebut dapat terjadi lantaran Allah telah berjanji bahwa Dia akan memberikan rezeki tambahan bagi hamba-Nya yang bersyukur. Sedekah sendiri adalah salah satu cara untuk mensyukuri nikmat yang Allah beri. Oleh karenanya, jangan takut untuk bersedekah tatkala dalam keadaan terbatas. Terakhir dan tak kalah penting, waktu yang juga sangat dianjurkan untuk bersedekah adalah ketika kita sangat ingin menjadi kaya raya. Dalam keadaan ini, kerap kali seseorang akan sangat memperhitungkan rincian pengeluaran mereka, termasuk juga dalam bersedekah.

Beberapa jenis orang justru terkesan cukup pelit akibat ia tengah berusaha untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Tentu saja, hal ini membuat seseorang semakin sulit dalam berbuat amal. Bukan tanpa alasan, pasalnya kebiasaan orang tersebut dalam memperhitungkan pengeluaran bisa memengaruhi pahala sedekah. Namun, di situlah letak dari kebaikannya. Bersedekah di waktu sangat ingin menjadi kaya justru dapat memperkuat pondasi kita agar memeroleh rezeki berlimpah karena kita telah memanfaatkan cara yang diridai Allah.

Pada intinya, sedekah sangat dianjurkan ketika tantangannya terlihat besar di dapat mata dan pikiran. Berbagi di kala ini dapat dipastikan membuahkan pahala besar karena kita telah mengesampingkan ego. Sebaliknya, kita berusaha merelakan yang menjadi milik kita hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itulah mengapa Allah membalasnya dengan pahala dan kebaikan yang setimpal atau bahkan melebihi apa yang kita keluarkan. Jangan takut untuk berbagi pada sesama dalam bentuk apa pun karena segalanya akan kembali pada kita dalam wujud yang lebih baik dan lebih banyak tentunya.