3 Tips Agar Kita Terhindar dari Perbuatan Riba

Kehidupan dunia memang menjadi gudangnya godaan dan hawa nafsu bagi umat manusia. Bagaimana tidak? Segala bentuk kenikmatan kini dapat kita saksikan dengan mudah. Hal tersebut terjadi lantaran terdapat penyebab-penyebab yang mampu meningkatkan godaan dan hawa nafsu manusia. Salah satunya adalah keberadaan media sosial yang menyajikan gambaran -gambaran kenikmatan dunia yang tentu saja sangat menggoda iman kita.

Tidak jarang hal ini membuat manusia pun menginginkan kehidupan serupa yang dimiliki oleh orang lain. Akibatnya, upaya tersebut justru membuat kebanyakan di antara kita terjerembap dalam bahaya dan dosa riba. Pada kenyataannya, riba termasuk dalam salah satu hal yang membuat kita kehilangan keberuntungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana Allah berfirman di dalam al-Qur’an yang berbunyi sebagai berikut ini,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat-ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Ali Imran: 130)

Ayat di atas berisikan tentang larangan memakan harta riba bagi manusia, khususnya umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah sangat tegas melarang kita untuk menerima atau pun memanfaatkan harta riba. Bukan tanpa sebab, pasalnya riba menjadi salah satu hal yang membuat hidup orang lain sengsara apa lagi yang dilakukan hingga berlipat-lipat kali jumlahnya. Kebiasaan memakan harta riba tak hanya membuat seseorang menumpuk dosa saja tapi juga kehilangan keberuntungan dalam hidupnya.

Maka dari itu, salah satu hal yang dapat kita lakukan agar tidak tergoda riba adalah dengan senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketakwaan ini membuat kita yakin akan kebesaran Allah. Dengan senantiasa meyakini kekuasaan Allah Ta’ala tidak akan membuat kita menjadi mudah terlena dengan kenikmatan dunia yang sementara. Hal ini pada akhirnya membuat kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah sehingga tidak mudah iri dengan kehidupan orang lain.

Tak hanya itu, kita juga perlu mengetahui bahaya dari perbuatan riba. Bagi yang menerima riba tentu saja merupakan dosa yang amat besar. Memakan harta riba sangat dilarang dan haram. Sementara bagi pelaksana riba kehidupan mereka akan dikelilingi oleh rasa was-was. Bukan tanpa alasan, pasalnya kemungkinan untuk dililit dan dikejar hutang amatlah besar karena riba dapat membuat jumlah pinjaman menjadi bertambah akibat bunga tunggakan.

Kedua langkah di atas diharapkan dapat membantu kita untuk menerima keadaan yang ada. Hal tersebut dikenal juga dengan istilah qanaah. Ya, qanaah adalah sikap di mana seseorang rida dan ikhlas menerima hal yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap hidupnya. Sikap ini membuat kita lebih mudah bahagia karena selalu berusaha untuk mensyukuri segala keadaan yang dialami. Dengan senantiasa bertakwa, mengingat bahaya riba, juga selalu qanaah diharapkan kita dapat menjauhi buruknya kebiasaan riba.