3 Sikap yang Harus Kita Pelihara untuk Senantiasa Memeroleh Rahmat Allah Ta’ala

Manusia pada dasarnya memang merupakan makhluk sosial. Hal ini memungkinkan kita untuk berhadapan dengan orang lain karena adanya interaksi yang tak mungkin dihindari. Beberapa orang senang dengan hal tersebut namun tentu saja ada pula yang tidak. Kondisi ini sejatinya sangat wajar terjadi. Tapi perlu dicermati bahwa akhir-akhir ini keadaan tersebut cenderung berubah. Bukan tanpa alasan, pasalnya perkembangan teknologi nyatanya juga mengubah kebutuhan manusia.

Yang tadinya begitu senang interaksi sosial, tiba-tiba bisa tertutup tanpa adanya alasan. Sebaliknya, yang biasanya kita kenal kurang tertarik dalam perkumpulan kini justru berusaha menjadi pusat perhatian. Sosial media, salah satu bukti teknologi yang semakin berkembang menjadi alasan di balik perubahan keadaan tersebut. Bagaimana tidak? Terkini, wadah berbagi cerita ini tidak hanya dimanfaatkan untuk sekedar berinteraksi saja tapi juga menggali pundi-pundi rupiah.

Banyak di antara umat manusia yang akhirnya memaksakan diri untuk menjadi terkenal. Kita memahaminya dengan istilah ‘viral’. Sayangnya, alasan dari terkenalnya mereka justru diraih dengan cara yang kurang berkenan. Bahkan beberapa oknum justru seringkali memanfaatkan kerugian orang lain untuk menjadi viral. Pada kenyataannya, hal tersebut bukanlah cara yang dianjurkan untuk memeroleh penghidupan yang layak yang sesuai dengan ajaran Islam.

Sebaliknya, kita justru harus senantiasa berusaha selalu merasa cukup serta menghindari diri dari ambisi untuk tampil di hadapan manusia lain. Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadits bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda,

Sungguh, Allah mencintai hamba-Nya yang bertakwa, al-ghaniy (merasa cukup dari manusia dan bersandar hanya kepada Allah), al-khafiy (tersembunyi dan tidak suka mengusahakan diri untuk terkenal).” (HR. Muslim no. 2965 dari sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu)

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Tuhan yang Maha Cinta. Terlebih lagi kepada para hamba-Nya, cinta dan rahmat Allah tidak pernah akan ada habisnya. Sejatinya, ada tiga golongan orang yang senantiasa dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala lantaran sikapnya. Pertama adalah orang yang senantiasa bertakwa. Takwa secara umum adalah sikap yang menunjukkan ketaatan terhadap perintah Allah sekaligus menjauhi larangan-Nya.Sikap tersebut sudah sepatutnya harus terus dipertahankan dan senantiasa dibiasakan oleh umat Islam.

Bukan tanpa alasan, pasalnya ketakwaan membantu kita memeroleh kehidupan yang selamat tak hanya di dunia saja tapi juga akhirat. Selain karena ketakwaan, Allah juga mencintai hamba-Nya karena sikap al-ghaniy. Ghaniy adalah istilah yang menggambarkan rasa cukup terhadap manusia sementara senantiasa bersandar hanya kepada Allah semata. Sikap ini memungkinkan kita untuk berhenti mengharap perhatian dari manusia. Sebaliknya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadi satu-satunya tempat bagi kita untuk bergantung dan mengadu.

Terakhir dan tak kalah penting, orang yang juga selalu dicintai oleh Allah adalah mereka yang memelihara sikap al-khafiy. Khafiy sendiri adalah sikap dimana seseorang lebih memilih untuk menjadi tertutup serta menghindari agar tidak menjadi dikenal banyak orang. Tentu saja, ada cukup banyak orang yang memiliki sikap alami ini. Namun, dikarenakan kebutuhan tertentu atau tujuan mendesak yang biasanya terkait perkara finansial kini semakin banyak orang yang justru merasa sangat ingin menjadi figur publik yang tentunya menjadi sumber keuntungan.

Sayangnya, hal ini kerap tidak diimbangi dengan langkah-langkah yang sesuai dengan syariat Islam. Ada yang ingin menjadi terkenal hanya untuk meraih perhatian khalayak dengan mudah demi keuntungan tertentu. Ada yang ingin mendapat kepercayaan lantas justru sebenarnya kerap menipu orang lain. Atau ada pula yang ingin terkenal karena menjadi inspirasi bagi orang lain. Namun, orang-orang ini kerap lupa atas kebesaran Allah  lantas merasa ujub atau berbangga diri terhadap pencapaian dan komentar baik orang lain.

Itulah mengapa sikap al-khafiy sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang-orang yang memelihara sikap ini selalu berusaha untuk tidak menampakkan diri. Mereka juga tidak berambisi untuk dapat tampil di depan manusia atau menjadi perbincangan banyak orang. Hal ini lantaran mereka memahami bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala satu-satunya yang berhak dipuji dan diagungkan. Dengan senantiasa memelihara sikap al-khafiy sejatinya kita juga sedang berusaha untuk menggapai cinta Allah.