Kehidupan orang lain sering kali terlihat lebih menarik bagi kita. Tidak jarang, pada beberapa kesempatan kita pun mulai membanding-bandingkannya dengan kehidupan yang kita miliki. Alhasil, sebagian besar di antara kita merasa bahwa orang lain menjalani kehidupan yang lebih beruntung. Hal ini pada akhirnya menjadikan alasan bagi kita untuk jatuh pada perasaan kecewa terhadap rahmat dan berkah yang diturunkan oleh Allah Azza wa Jalla.
Lantaran tidak memiliki kehidupan yang dinilai lebih indah seperti orang lain, kita pun merasa tidak beruntung. Pada kenyataannya, keberuntungan dalam ajaran agama Islam sangat jauh kaitannya dari sekedar nikmat-nikmat duniawi semata. Bukan tanpa alasan, pasalnya orang-orang yang beruntung menurut Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam adalah mereka yang senantiasa berada dalam dua keadaan terbaik. Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadits bahwasanya Rasulullah pernah bersabda,
“Sesungguhnya orang yang beruntung adalah orang yang dijauhkan dari fitnah dan orang yang bersabar saat datang ujian.” (HR. Abu Dawud 4263)
Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam menyampaikan bahwa ada dua sebab keadaan yang membuat seseorang termasuk dalam golongan yang beruntung. Yang pertama, adalah mereka yang hidupnya senantiasa dijauhkan dari fitnah. Tentu kita semua memahami bahwa tidak ada hal lain di dunia yang lebih kejam daripada perbuatan buruk tersebut. Hal ini dikarenakan fitnah dapat menimbulkan kerugian baik bagi orang yang melakukannya atau menerimanya.
Biasanya, perbuatan buruk ini dapat menghancurkan kepercayaan, kehidupan, dan juga masa depan seseorang. Oleh karena itu, ketika kita memeroleh rahmat dari Allah Ta’ala berupa dijauhkannya dari fitnah yang kejam maka kita termasuk dalam golongan orang yang beruntung. Tak hanya itu, orang-orang yang mampu bersabar saat datangnya ujian juga dianggap sebagai hamba yang beruntung menurut Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam. Bukan tanpa alasan, pasalnya ada berbagai keutamaan dari hal ini.
Mereka yang bersabar saat ujian datang akan mendapat pahala dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak hanya itu, lapang dada dan kesabaran juga mampu menghapuskan dosa sekaligus mengangkat derajat kita. Bahkan, Allah memandang hal ini sebagai tanda dari adanya keimanan dalam diri seseorang. Begitu besarnya kebaikan yang ada di balik upaya bersabar dalam menghadapi ujian. Itulah mengapa bagi orang-orang yang mampu melakukannya maka mereka termasuk dalam golongan orang yang paling beruntung di dunia.